Etika Curhat dengan Teman Tentang Pasangan

Etika Curhat dengan Teman Tentang Pasangan

Siapa lagi tempat untuk bersandar ketika kita tengah bertengkar dengan pasangan? Tentu saja kita sebagai kaum hawa membutuhkan teman sebagai tempat curhat. Namun membahas kekasih dihadapan teman sebaiknya memiliki batasan.

Pakar cinta Thomas Edward mengatakan bahwa meski teman bisa menjadi orang terbaik di dalam hidup, namun belum tentu mereka bisa memberikan nasehat bijaksana dalam situasi yang Anda alami. Masalah Anda dengan kekasih malah bisa semakin memburuk karena saran-sarannya yang tidak tepat. Intinya ketika mengumbar cerita tentang pasangan sebaiknya ada etikanya.

“Umumnya banyak orang beride untuk mendiskusikan hubungan asmara dengan teman. Temanmu mungkin menjadi orang yang paling mendukung hidupmu, tapi tidak semua hal bisa diceritakan,” ungkap Thomas.

Psikolog klinis Joseph Cilona, Psy.D menambahkan, biasanya problematika dengan pasangan terjadi karena kesalahpahaman. Jika memang belum jelas akar masalahnya, maka peran teman yang Anda curhati malah bisa membuat situasi menjadi lebih buruk.

Cilona menegaskan hal yang harus Anda ketahui adalah apakah pasangan nyaman jika Anda terlalu sering membahas hubungan di hadapan teman? “Di sini harus jelas terlebih dahulu apakah sama-sama nyaman jika problematika diumbar, terutama hal-hal sensitif seperti seks dan masalah keluarga.” ujar Cilona, seperti dikutip dari Cosmpolitan.

Menurut psikolog dan pakar cinta April Masini juga memberikan saran bahwa Anda pun perlu bertanya dengan pasangan Anda siapa orang yang boleh diajak bercerita. Jangan-jangan Anda bercerita ke sembarang orang atau parahnya lagi curhat ke pria lain atau bahkan mantan kekasih Anda. Tentu saja hal tersebut bisa menimbulkan kemarahannya.

Tapi, jika pasangan Anda tidak boleh Anda bercerita ke siapa-siapa sedikitpun, itu berarti ada yang salah darinya. Masalah tersebut juga menjadi ‘pekerjaan rumah’ yang harus diselesaikan.

“Karena orang butuh berbagi dengan orang lain. Curhat menjadi insting alamiah dan tanda Anda sehat. Idealnya, pasangan setuju jika Anda curhat dengan psikolog, ulama atau teman yang sama-sama dikenal,” kata Masini.