Hubungan Sering Putus-Nyambung? Segera Akhiri Hubungan!

Hubungan Sering Putus-Nyambung? Segera Akhiri Hubungan!

Seperti menjadi pola hubungan yang berulang, hubungan yang sudah putus, pasti tak lama setelah itu akan kembali lagi. Jika Anda terjebak dalam pola hubungan seperti ini tanda hubungan Anda dengan kekasih sudah tak sehat. Untuk apa dipertahankan? Sebaiknya segera putuskan hubungan!

Hubungan yang putus-nyambung yang berulang biasanya akan terus begitu. Kebanyakan dari cerita cinta seperti ini, ujung-ujungnya tetap akan putus. Anda hanya mengulur-ulur waktu putus saja. Karena sesungguhnya, satu sama lain sebenarnya sudah tidak memiliki kecocokan. Mereka bertahan hanya karena kenyamanan hubungan. Bisa dikatakan bahwa masing-masing pasangan tidak mau untuk move on.

“Kenyamanan menjadi merugikan ketika berkaitan dengan hubungan yang putus-nyambung. Banyak dari kita yang memilih kembali ke hubungan penuh racun karena hanya karena merasa familiar dan menghindari menjadi sendirian,” ungkap pakar cinta Marni Battista.

Untuk itu, Marni menyarankan agar membuat daftar keburukan pasangan. Hal itu dilakukan untuk membuat Anda lebih sadar bahwa hubungan yang sudah tidak sehat tidak pantas lagi untuk diperjuangkan. Selain itu Anda harus mengeliminasi faktor-faktor darinya yang membuat Anda merasa nyaman.

“Ketika Anda memilih untuk kembali ke mantan kekasih. Buatlah daftar apa yang membuat Anda ingin kembali dengannya. Lalu coret daftar di luar karakter dan nilai-nilai yang dia anut. Jika daftar Anda kebanyakan menyangkut hal-hal lain, itu tanda Anda harus move on,” jelas Marni.

Misalnya Anda ingin kembali dengannya karena dia bisa mengantar-jemput Anda, dia sudah memiliki apartemen pribadi atau dia memiliki pekerjaan yang baik serta lulusan S2. Hal-hal seperti itu memang kelebihannya, namun itu di luar karakternya.

Untuk apa dia selalu siap siaga menjemput Anda atau dia memiliki finansial yang mapan, tapi dia selalu membuat Anda menangis? Terimalah keadaan itu dan jangan memaksakan. Jika terus memaksakan Anda akan terus sakit hati dan berujung pada depresi.