Penyebab Wanita Ingin Selalu Ngemil Saat PMS

Penyebab Wanita Ingin Selalu Ngemil Saat PMS

Jelang dan hari pertama menstruasi, tak sedikit wanita yang merasa hasrat makannya lebih besar dari biasanya. Selain tubuh yang membengkak dan mood tidak stabil, wanita kerap selalu merasa lapar dan ingin terus ngemil.

Makanan yang disantap biasanya tidak jauh-jauh dari camilan tinggi karbohidrat, lemak dan gula. Para ahli mengatakan, wanita umumnya makan 500 kalori lebih banyak saat PMS dan awal menstruasi, dan berat badannya juga naik hingga 0,2 kilogram. Bukan jumlah yang sedikit jika hanya dalam jangka satu minggu.

“Sering kali ada dorongan untuk makan selama periode menstruasi ini, terutama makanan manis dan cokelat,” demikian tertulis dalam jurnal Annals of Endocrinology, seperti dikutip dari Daily Mail.
Foto: thinkstock

Apa yang membuat wanita ingin makan lebih banyak, terutama penganan manis dan berkarbohidrat tinggi saat menstruasi? Penyebabnya ada pada faktor hormon.

Para peneliti mengungkapkan, tingginya keinginan untuk makan lebih banyak bisa disebabkan karena naik-turunnya ‘hormon bahagia’ yang disebut serotonin. Hormon ini juga jadi ‘biang keladi’ tidak stabilnya emosi wanita saat PMS dan menstruasi.

Saat disantap, makanan mengandung karbohidrat akan meningkatkan level serotonin ketika hormon ini sedang menurun di dalam tubuh. Maka makanan berkarbohidrat tinggi seperti roti, pasta dan gula jadi lebih memikat wanita yang berada dalam periode tersebut.

“Satu yang bisa jadi penjelasan tentu saja karena fluktuasi produksi serotonin yang memicu sifat lekas marah dan ketidakstabilan mood. Karbohidrat memicu pelepasan serotonin dan hasilnya membuat kita merasa lebih baik dan tidak terlalu moody, jadi bawaan ingin makan itu cukup masuk akal dari perspektif biologis,” kata Limor Baum, pakar diet asal New York, Amerika Serikat.
Foto: thinkstock

Penelitian dilakukan oleh National Institute of Nutrition and Food Technology di Tunisia. Para peneliti memonitor 30 wanita berusia antara 18 dan 45 tahun. Hasil studi menunjukkan, di antara hari pertama dan ketiga menstruasi (fase folikular), wanita mengonsumsi rata-rata 1.688 kalori per hari. Tapi kira-kira tiga hari sebelum itu, asupan kalori lebih tinggi 476 kcal dari hari-hari biasanya.

Lebih dari setengah kalori tambahan berasal dari asupan karbohidrat. Seperti diketahui, konsumsi karbohidrat terlalu banyak merupakan salah satu faktor utama penyebab kegemukan, dan itulah sebabnya kenapa sebagian wanita merasa berat badannya naik di periode datang bulan.

Saat PMS dan awal menstruasi, porsi makan wanita sebenarnya tidak terlalu besar saat jam makan utama, seperti sarapan, makan siang dan makan malam. Namun sebagai gantinya mereka jadi lebih banyak ngemil. Berat badan mereka pun rata-rata bertambah 0,2 – 0,3 kg saat masa ovulasi dibandingkan hari-hari lainnya.

“Pada fase ini, hormon oestrogen dan progesteron meningkat, asupan makan pun meningkat, terutama makanan manis – dan di fase folikular, yang meningkat hanya hormon oestrogen sehingga hasrat makan pun sepertinya menurun,” jelas para ilmuwan tersebut dalam pernyataan tertulisnya.
Foto: thinkstock

Bertambahnya nafsu makan jelang dan hari pertama PMS memang sulit dihindari. Namun Anda bisa mengakalinya dengan memiloh diet yang lebih sehat. Pilihlah karbohidrat kompleks yang membuat perut terasa kenyang lebih lama, sehingga hasrat makan pun lebih terkontrol.

“Oatmeal, nasi merah, ubi, buah kering, roti gandum utuh, yoghurt, buah-buahan dan kacang-kacangan adalah contoh karbohidrat yang sangat sehat. Ketika makanan ini dikonsumsi secara rutin dan lebih banyak pada fase luteal (fase setelah ovulasi dan sel telur yang tak terbuahi mulai luruh, tepat sehari sebelum menstruasi), keinginan untuk mengonsumsi makanan manis akan berkurang secara signifikan,” jelas Limor.